Wacana dari Pelarangan Tajen Oleh DPRD Pulau Bali

Wacana dari Pelarangan Tajen Oleh DPRD Pulau Bali

s128, s1288, sabung ayam, adu ayam, laga ayam, agen sabung ayam, s128 sabung ayam, s1288 sabung ayam

s128 live , Pro Kontra mengenai Budaya Tajen pada Masyarakat Bali ini memang tidak bisa dianggap remeh. Walaupun sudah di anggap illegal akan tetapi kita masih dapat jumpai banyak seklai praktek Tajen ayam aduan yang dilaksanakan pada berbagai tempat di Bali khususnya pada daerah pedesaan yang rentan akan adanya sebuah pemeriksaan oleh aparat. Entah itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi atau dilakukan di tempat yang sulit dijangkau oleh aparat keepolisian, hingga ada pula yang secara terang-terangan dilakukan dipinggir jalan raya yang sangat mudah diakses oleh polisi. Sudah sejak lama memang pihak dari Kepolisian sudah melakukan usaha penindakan secara tegas terhadap aktifitas Tajen yang menyangkut Pasal 303 KUHP, karena aktifitas tajen ini sendiri tidak terlepas dari unsur perjudian disekitarnya. Akan tetapi pada akhir ini tajen menjadi semakin semarak dilakukan oleh masyarakat di berbagai tempat. 1288 Live Yang jadi pertanyaan, apakah Kepolisian telah tutup mata akan adanya perjudian sabung ayam ini? atau memang sudah tidak punya nyali untuk memberantas perjudian sabung ayam atau tajen ini?.. Sebenarnya jika kita lihat dari sejarahnya, sabung ayam atau tajen ini sudah tercatat dipraktikan pada masyarakat Bali sejak abad ke-10.Menurut Prasasti Sukawana yang memuat tentang keterangan ritual keagamaan (yadnya) yang mendasari pelaksanaan tajen. Selanjutnya,  terdapat dalam Prasasti Batur Abang (1011) yang terjabar keterangan terkait tajen. Menurut Andrik Hendrianto dalam “Perjudian Sabung Ayam di Bali”, tesis pada Universitas Indonesia, adu ayam tidak memerlukan izin dari pihak berwenang seperti raja. Namun ritual ini tak boleh dilakukan sembarangan.

Meskipun di pedesaan sabung ayam atau tajen ini ditujukan sebagai ritual keagamaan, raja di Bali memiliki hak yang sangat istimewa untuk melaksakan sabung ayam atau tajen tanpa tujuan sakral. “Di pusat istana, hal itu merupakan hak yang istimewa sang raja sebagaimana acara-acara adu hewan lainnya,” tertulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga. Mereka menghelat adu ayam untuk kesenangan pribadi  dan seringkali dengan bertaruh sesuatu dan simbol kebesaran raja. Tidak heran, ayam yang menjadi hewan kegemaran raja-raja di Bali. Keadaan seperti ini berlangsung pula di luar Bali, terutama di Jawa. Sejak saat itu Tajen terus berkembang di masyarakat Bali. Beratu-ratus tahun kemudian sebagian masyarakat Bali mengklaim bahwa tajen sudah menjadi tradisi turun –temurun.

Dengan melihat sejarah panjang tersebut, tidak mengherankan tajen sangat sulit diberantas dari tanah ini. Sebenarnya terlepas dari praktik judi jika mau fair Tajen sebenarnya banyak juga memberi keuntungan bagi masyarakat bali. Perekonomian dikalangan masyarakat kecil seperti pedagang, juru parkir, saye dan pengusaha Taji sangat terbantu dengan adanya Tajen. Bahkan tidak jarang keuntungan dari Tajen itu sendiri dipakai untuk merenovasi pelinggih-pelinggih Pura yang justru luput dari bantuan pemerintah.

Dari sini pemerintah seharusnya lebih arif dalam mengeluarkan kebijakan. Keberadaan Tajen seharusnya dianggap sebagai peluang untuk lebih menggerakan perekonomian di likungan masyarakat kecil, bukan justru sebagai sesuatu yang “haram” sehingga layak untuk diberantas. Toh juga kalau mau memberantas pemerintah terbukti gagal total. Hari ini ditangkap, besok ada lagi dan tak habis-habis. Wacana Pelegalan Tajen Oleh DPRD Bali, Untungnya kini nampaknya DPRD Bali sudah mulai terbuka matanya, rencana melegalkan atraksi Tajen (Sabung Ayam) dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) ternyata sudah masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda) DPRD Bali tahun 2016 yang sudah diputuskan di bulan Januari 2016 lalu. Hal ini dijelaskan oleh ketua Badan Legislasi DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta yang menyatakan bahwa Tajen itu akan dibahas dalam Ranperda Tentang Atraksi Budaya Tradisional Bali.

Mudah-mudahan dengan adanya pelegalan Tajen khususnya di Bali sebagai Atraksi Budaya membuat aktifitas Tajen ini lebih menjadi professional, meningkatkan devisa baik dibidang pariwisata juga menambah pendapatan warga sekitar. Yang penting adalah Tajen tidak terjadi disembarang tempat yang nantinya bisa mengganggu masyarakat sekitar. Dan mudah-mudahan atraksi Tajen di Bali tidak kalah dengan Sabong di negara Filipina dengan upaya Wacana Pelegalan Tajen Oleh DPRD Bali.

Suksme